Jakarta, Medio Mei 2011.
Sadar akan tidak menentunya hari depan, tiap manuasia mempunyai insting untuk berperilaku hemat dan menyisihkan sebagian penghasilannya hari ini untuk dialokasikan demi meng-cover masa depan yang hampir semua orang tidak dapat mengetahui kepastiannya. Persiapan ini dapat diwujudkan dalam beberapa cara. ada yang menyimpan uangnya dalam celengan (babi, kodok, macan, jagi dlsb.), menyimpannya dalam bentuk asset yang tahan lama dan tidak menyusut nilainya seperti tanah, emas, dan barang berharga lainnya. Bahkan bagi mereka yang suka hal-hal klenik, ada juga mereka yang menyimpan asetnya dalam bentuk 'akik', keris atau sejenisnya.
Kesempatan dapat menabung adalah satu saat yang membahagiakan. Betapa tidak, pada saat itu pasti kita masih diberi kesempatan untuk hidup. bayangkan kalau orang sudah mati, pasti tidak dapat menabung lagi. Orang yang diberi kesempatan menabung pastilah dia memiliki rizki yang lebih dari yang dia butuhkan hari ini. Oleh karena itu pada saat yang membahagiakan itulah, sudah sepatutnya kita menyisihkan sebagian penghasilan kita hari ini untuk persiapan hari depan kita yang tidak menentu. Yang sudah hampir pasti di masa yang akan datang adalah, biaya hidup yang semakin meningkat, harga2 yang semakin tinggi dan ongkos sekolah anak yang semakin melambung.
Oleh karena itu, janganlah kita kalah dengan orang dari suku asmat dari ketinggian yahukimo di tanah papua yang hanya mengenakan 'koteka' kebesaran-nya dia mendatangi teller cantik di bank mandiri untuk buka rekening. Apa yang dia lakukan pastilah ingin menabung demi masa depannya.
Hidup menabung...... untuk masa depan yang gemilang.....
Sebagai artikel pembuka blog KESUMA ini, cukup sekian saja sekedar sedikit penyemangat bagi kita2 yang tidak tahu akan masa depan.
gambar diambil dari mbah 'google' dan artikel dikarang sendiri oleh sanuri@bi.go.id
salam
snr-







0 komentar:
Posting Komentar